Fokuskalbar.com, Sintang – PT Duta Agro Prima bersama para jurnalis kabupaten sintang turun langsung ke lapangan, menyusuri jalanan kota yang mungkin selama ini luput dari sorotan. Mereka tidak sekadar membawa paket sembako, tetapi juga membawa harapan, bahwa masih ada yang peduli.
Kegiatan bakti sosial ini menyasar tiga titik berbeda, masing-masing dengan cerita dan wajah kehidupan yang unik. Di Jalan Akcaya 2, bantuan diberikan kepada para fardu kifayah, mereka yang selama ini menjalankan tugas mulia, mengurus jenazah dengan penuh keikhlasan, namun kerap hidup dalam keterbatasan. Di balik peran mereka yang begitu penting, tersimpan realitas hidup yang tak selalu mudah.
Paket sembako yang diserahkan bukan sekadar bantuan materi. Ia menjadi simbol penghargaan atas pengabdian yang sering tak terlihat. Senyum yang merekah dari para penerima menjadi bukti bahwa perhatian sekecil apa pun mampu memberi arti besar.
Perjalanan berlanjut ke Jalan Oevang Oeray. Di sana, para ibu-ibu kaum dhuafa menyambut dengan wajah bahagia. Mereka adalah sosok tangguh yang setiap hari berjibaku memenuhi kebutuhan keluarga, sering kali dengan segala keterbatasan yang ada. Di tangan mereka, bantuan itu bukan hanya soal bahan pangan, tetapi tentang keberlanjutan hidup.
Beberapa dari mereka tak kuasa menyembunyikan rasa syukur. Di bulan yang penuh berkah ini, uluran tangan terasa lebih hangat, lebih dalam, dan lebih bermakna. Ramadhan seolah menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah kekuatan yang tak tergantikan.
Titik terakhir berada di Jalan Teuku Umar. Di sudut kota ini, para pemulung menjalani hidup dari apa yang orang lain buang. Mereka bekerja di balik bayang-bayang, mengais rezeki dari sisa-sisa, namun tetap bertahan dengan keteguhan yang luar biasa.
Kehadiran rombongan PT Duta Agro Prima dan para jurnalis disambut dengan rasa tak percaya. Bantuan yang datang seakan menjadi jeda dari kerasnya kehidupan yang mereka jalani setiap hari. Dalam kesederhanaan, terselip kebahagiaan yang begitu tulus.
Humas dan CSR PT Duta Agro Prima, Paulus Nokus, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para jurnalis yang turut serta dalam kegiatan ini. Baginya, kolaborasi ini bukan hanya soal distribusi bantuan, tetapi juga tentang membangun rasa empati bersama.
“Kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan jurnalis di Kabupaten Sintang yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini. Ini adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, khususnya kaum dhuafa,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini lebih dari sekadar program rutin, namun menjadi refleksi bahwa perusahaan memiliki peran sosial yang tak bisa diabaikan. Di tengah dunia usaha yang sering kali identik dengan keuntungan, ada tanggung jawab moral untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan.
Kehadiran para jurnalis dalam kegiatan ini juga memberi warna tersendiri. Mereka tidak hanya menjadi penyampai berita, tetapi juga bagian dari aksi kemanusiaan itu sendiri. Kamera dan catatan mereka menjadi saksi, sekaligus jembatan agar kisah-kisah seperti ini bisa sampai ke lebih banyak hati.
Ramadhan memang selalu punya cara untuk menyentuh sisi terdalam manusia. Ia mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada seberapa banyak yang dimiliki, tetapi seberapa tulus kita memberi.
Apa yang dilakukan PT Duta Agro Prima bersama para jurnalis di Sintang adalah pengingat sederhana namun kuat, bahwa berbagi tidak harus menunggu kita lebih. Bahkan dari yang sedikit, jika diberikan dengan keikhlasan, akan terasa cukup bagi mereka yang membutuhkan.
Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir bagi sesama. Di Sintang, hari itu, kepedulian telah menemukan jalannya. Bahwa di antara kesibukan dan tuntutan hidup, masih ada ruang untuk peduli. Masih ada tangan-tangan yang terulur, dan hati-hati yang tergerak. (red)






