Fokuskalbar.com, Sintang – Aparatur pemerintah desa yang ada di kabupaten sintang sudah sejak 3 bulan terakhir belum mendapatkan penghasilan tetap atau siltap dari pemerintah kabupaten sintang.
Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih Kalimantan Barat, Dede Hendranus mempertanyakan persoalan siltap aparatur pemerintah desa yang belum di bayarkan.
“Ini sudah 3 bulan aparatur pemerintah desa di kabupaten sintang belum mendapatkan penghasilan tetapnya atau siltap. Kasihan aparatur pemerintah desa yang belum mendapatkan haknya,” kata Dede Hendranus, Selasa (3/3/2026).
Dede menyebutkan dampak dari belum dibayarkannya siltap aparatur pemerintah desa oleh pemerintah kabupaten sintang, ada beberapa aparatur pemerintah desa yang berhenti dari pekerjaannya.
“Mereka yang hanya mengandalkan hidup dari siltap itu tidak bisa berbuat banyak. Bahkan sudah ada aparatur pemerintah desa yang mengundurkan diri karena harus mencari nafkah untuk anak dan istrinya,” ujar dede.
Dede menyebutkan jika beberapa kabupaten yang ada di kalimantan barat sudah membayarkan siltapnya kepada pemerintah desa. Sedangkan di kabupaten sintang belum ada pembayaran siltap sama sekali.
“Di kabupaten bengkayang dan kabupaten sambas saja siltapnya sudah di bayarkan oleh pemerintah daerah. Kenapa di kabupaten sintang belum di bayarkan sama sekali. Kasihan para aparatur pemerintah desa,” jelasnya.
Dede mengharapkan pemerintah kabupaten sintang segera membayarkan siltap itu kepada aparatur pemerintah desa.
“Jangan sampai kondisi ini semakin berlarut-larut. Pasalnya para aparatur pemerintah desa bisa saja berhenti semuanya karena tidak tahan menunggu siltap di bayarkan,” tegas dede. (tim)






